• 10May
    Categories: Berita Comments: 0

    Lokakarya Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Undang-undang Arsitek yang diprakarsai oleh asosiasi profesi Ikatan Arsitek Indonesia dilaksanakan di Bali, bertempat di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur Bali pada tanggal 24 Juli 2008. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pusat mewakili Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum.

    Latar belakang disusunnya naskah akademik rancangan undang-undang arsitek ini disebutkan bahwa, pembangunan manusia seutuhnya, telah menjadi salah satu tujuan utama bangsa Indonesia. Peran arsitek sebenarnya telah ada sejak zaman pra-sejarah dan telah jauh mewarnai hampir seluruh pembangunan fisik di Negara ini.

    Profesi arsitek sudah selayaknya mendapatkan pengakuan dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang profesi arsitek, untuk mewujudkan hal tersebut telah disusun Naskah Akademik Rancangan Undang-undang tentang Arsitek.

    Dengan dilaksanakannya lokakarya ini, diharapkan dapat memperkaya naskah akademik yang dimaksud. Sehingga dapat menambah masukan yang berarti dalam penyusunannya ke depan.

    Dalam lokakarya ini, hadir juga pakar hukum dari Universitas Indonesia yaitu Prof. Maria Farida sebagai pembahas naskah akademik rancangan undang-undang arsitek tersebut. Selain itu juga hadir Guru Besar Arsitek dari Universitas Indonesia serta undangan dari Direktorat Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Pusat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali beserta jajarannya, Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) yang diwakili oleh Agus Saladin, Nuriman dan Firman, perwakilan dari NTT, NTB dan Sulawesi Selatan.

    Pembahasan isi dari naskah akademik rancangan undang-undang arsitek ini yang disampaikan oleh Prof. Maria Farida menyatakan bahwa, undang-undang biasanya diajukan oleh DPR dan Presiden. Adapun asas pembentukan peraturan perundang-undangan (pasal 5) berisi :

    • Kejelasan tujuan
    • Kelembagaan atau organisasi pembentuk yang tepat
    • Kesesuaian antara jenis dan materi muatan
    • Dapat dilaksanakan
    • Kedayagunaan dan kehasilgunaan
    • Kejelasan rumusan dan,
    • Keterbukaan

    Dari asas pembentukan peraturan perundang-undangan tersebut di atas, apakah semua sudah terlengkapi, masih memerlukan pembahasan yang lebih lanjut walaupun sudah berada di DPR. Salah satu pernyataannya dalam pembahasan tersebut adalah apakah arsitek siap untuk dikriminalkan? Karena bisa jadi dengan adanya rancangan undang-undang ini, akan menjadi polemic dikemudian hari, nanti penyanyi dangdut pun akan buat undang-undang katanya.

    Sedangkan perwakilan dari PATI, Agus Saladin mempertanyakan definisi arsitek untuk profesi itu seperti apa, lalu apakah profesi arsitek yang akan dibuat undang-undang tersebut mencakup kesemua bidang yang ada di UIA atau hanya satu saja seperti yang dilakukan oleh IAI, kemudian beliau juga mempertanyakan sertifikat arsitek yang dibuat kaitannya dengan rancangan undang-undang ini serta sejauh mana batasan bangunan yang dikerjakan oleh arsitek yang dimaksud dalam undang-undang tersebut lanjutnya.

    Dalam pembahasannya yang disampaikan oleh pembawa makalah (Endi dan Bambang, keduanya dari pengurus IAI) tidak secara emplisit menyatakan berdasarkan apa yang ditanyakan dari perwakilan PATI, bahkan mereka menyatakan perlu dirombaknya system pendidikan arsitek di kampus karena hanya terserap 20% di lapangan.

    Sampai dengan ditutupnya lokakarya tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan lagi oleh tim penyusun rancangan undang-undang tersebut, diantaranya :

    • Perlu ditinjau lagi asas pembentukan peraturan perundang-undangan (pasal 5) mengenai penyusunan naskah akademik rancangan undang-undang arsitek tersebut.
    • Perlu juga diperjelas mengenai peran serta masyarakat berkaitan dengan hal tersebut.
    • Mengenai hukum dan peraturan lainnya akan dipelajari lebih lanjut.
    • Perlu diperhatikan asas keterbukaan serta dampaknya terhadap profesi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.